PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA

  • -
DESA WISATA

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA

Category : News

Sektor Pariwisata merupakan salah satu instrument yang sangat effektif dalam upaya mendorong Pembangunan Daerah, pember- dayaan masyarakat, serta dalam upaya penanggulangan /pengentasan kemiskinan (Pantiyasa, 2013).

DESA WISATA

DESA WISATA 1

Dapat disebutkan demikian karena sektor Pariwisata adalah sektor yang dapat dikembangkan oleh daerah-daerah dengan potensi daerahnya masing-masing seperti potensi alam yang dimiliki, keragaman budaya serta tatanan kehidupan masyarakatnya. Disamping itu apabila Pariwisata dapat berkembang maka selain dapat menghasilkan devisa untuk Negara,membuka kesempatan kerja , Deversifikasi ekonomi, Pariwisata dapat memainkan peran Multi player effect yaitu Pariwisata dapat menggerakkan sektor lainnya seperti ; sektor perkebunan, peternakan, industri pakaian, industri kerajinan, serta berbagai sektor jasa. Dampak positif lainnya dari pengembangan sektor Pariwisata dalam kehidupan sosial masyarakat adalah adanya kesadaran masyarakat akan potensi alam dan warisan budaya yang dimililiki, kesadaran akan hidup bersih, meningkatnya dan wawasan serta informasi masyarakat tentang dunia internasional,serta dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap daerahnya. Pengembangan Pariwisata di Bali memiliki posisi strategis dalam pembangunan Bali ,dimana sektor pariwisata telah memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan. Pertumbuhan ekonomi Bali saat ini mencapai 6,60 % dan angka kemiskinan dapat diturunkan dari 6,17 % ditahun 2008 kini berhasil ditekan hingga 3,9 % .saat ini Bali menduduki peringkat II secara nasional penduduk termiskin terkecil dan juga Bali menjadi yang terbaik se Indonesia dalam penurunan angka pengangguran masih sebesar  2 % (pusat informasi Kantor Gubernur Bali 2012) Tujuan Pembangunan Pariwi s ata didasari atas Visi Kepariwisataan Indonesia adalah “Pariwisata menumbuhkembangkan kesejahteran dan perdamaian”(Depbudpar ,2000). Hal yang terkandung dalam visi ini adalah (1) Pariwisata menjadi andalan Pembangunan Nasional secara seimbang mempertimbangkan bidang ekonomi dan bidangbidang lainnya untuk kelangsungan hidup bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (2 )Terciptanya suasana nyaman, aman dan damai dimasyarakat Indonesia dan terjalinnya perdamaian dengan bangsa di dunia. Pola pengembangan Pariwisata dalam 5 dasa warsa ini masih pada pola pengembangan pariwisata isolation(Tourist Enclaves) yaitu pengembangan pariwisata wilayah tertentu.Pola pengembangan ini secara nyata telah dapat memberikan konstribusi yang sangat besar terhadap kemajuan Pembangunan Nasional umumnya dan khususnya terhadap Pembangunan dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat Bali jika dicermati lebih mendalam lagi pola pengembangan Pariwisata ini memiliki kecendrung memberi manfaat yang lebih besar kepada pemodal besar sedangkan masyarakat dipedesaan lebih banyak menjadi obyek, padahal masyarakat pedesaanlah sebenarnya sebagai steak holder yang berperan besar dalam pengembangan dan keberlanjutan pariwisata,dimana masyarakat pedesaan yang berperan besar dalam pelestarian budaya, pelestarian alam, pelestarian warisan leluhur, penciptaan keamanan Pengembangan Desa wisata akan memberdayakan masyarakat desa dan dapat berdampak positif antara lain :

Peningkatan dan Pemerataan Pendapatan masyarakat

Sumber pendapatan masyarakat tetap seperti semula misalnya dari pertanian, perkebunan, nelayan, pengrajin dan dengan pengembangan desa wisata masyarakat akan mendapat tambahan pendapatan. Para Petani, Pengrajin, Nelayan dalam melakukan pekerjaannya akan mendapat pendapatan tambahan pada saat melakukan proses kegiatannya karena dapat dilibatkan dalam paket wisata yang disajikan kepada para tamu. Jadwal usaha pariwisata disesuaikan berdasarkan keinginan masyarakat.

Terciptanya harmonisasi dan kerjasama

Dengan terbentuknya desa wisata maka semakin inten komunikasi antar warga desa dan mereka akan tercipta kerjasama untuk menyiapkan kebutuhan wisatawan yang berkunjung

Pelest arian Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup merupakan salah satu komponen penting yaitu sebagai daya tarik dari pengembangan desa wisata, masyarakat secara otomatis akan melestarikan lingkungan hidup karena merasakan manfaat langsungnya. Peningkatan kesadaran dan penghargaan untuk Budaya local Budaya merupakan aset daya tarik sehingga masyarakat semakin menghargai budayanya. Peningkatan kesadaran akan kebersihan dan kualitas hidup Dalam pengembangan desa wisata masyarakat akan sadar akan pentingnya kebersihan dan dapat belajar dari para wisatawan tentang kualitas hidup. Tumbuhnya keatifitas masyarakat untuk melakukan usaha-usaha Pengembangan desa wisata dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya seperti membuat souvenir, membuat pertunjukan seni, penyediaan jasa loundry dan lain-lain Kecintaan masyarakat terhadap desa semakin tinggi Kecintaan masyarakat terhadap desa semakin tinggi karena mereka akan sadar tentang keberadaan desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya

DESA WISATA 2DESA WISATA 3

Peluang kerja dan menekan urbanisasi Apabila desa wisata dapat berkembangan dengan baik dan berkelanjutan maka peluang kerja akan semakin banyak secara otomatis minat masyarakat berurbanisasi untuk mencari pekerjaan semakin berkurang. Mengembangkan Desa Wisata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan , disamping dibutuhkan pengetahuan, sikap dan skill tentang hospitality dan manajemen yang baik keuletan, kesabaran, kerja keras sangat dibutuhkan. Memulai pengembangan desa wisata akan dirasakan sangat berat karena akan melibatkan masyarakat yang tentunya memiliki perbedaan cara pandang, pendidikan, status sosial dan lain-lain sehingga dibutuhkan kehati-hatian dan penyamaan persepsi masyarakat sehingga pengembangan desa wisata mendapat dukungan masyarakat Faktor-faktor yang menentukan pengembangan desa wisata adalah :

  • Potensi atraksi wisata Desa memiliki atraksi wisata yang akan dijadikan daya tarik kepada wisatawan. Daya tarik dapat berbentuk alam seperti sungai, gunung, laut, sawah, dan berbentuk budaya seperti Pura, upacara –upacara yang dilaksanakan masyarakat, kesenian (lukis, tari, ukir, rupa), cara bercocok tanam, kulinary,
  • Aksesbility Kemudahan akses bagi wisatawan menuju desa wisata sangat dibutuhkan seperti prasarana jalan
  • Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia . Adanya keinginan atau ide dari tokoh masyarakat dan atau Kepala desa (sebagai inisiator) untuk mengembangkan pariwisata Para inisiator membentuk kelompok yang disebut kelompok sadar wisata (POK DARWIS)